Maverick Vinales Tanda Tangani Kontrak di Yamaha Hingga 2018

4

Maverick Vinales hampir pasti jadi pembalap Yamaha musim depan. Kabar terbaru menyebutkan pembalap Suzuki itu sudah terbang ke Italia untuk menandatangani kontrak bersama tim Garpu Tala selama dua musim.

Seperti diberitakan Motorsport, Vinales terbang dari Spanyol ke Italia pada Sabtu (14/5/2016) waktu setempat. Pembalap berusia 21 tahun dikabarkan sepakat menandatangani kontrak selama dua musim atau hingga 2018 yang terhitung mulai mulai musim depan.

Kedatangan Vinales bakal menggantikan peran Jorge Lorenzo. Juara dunia MotoGP 2015 musim depan akan gabung Ducati setelah menolak perpanjangan kontraknnya.

Dengan demikian, Vinales akan berduet dengan Valentino Rossi di musim 2017 mendatang. The Doctor sendiri sudah menyatakan ketertarikannya berduet dengan rider asal Spanyol yang terpilih jadi rookie of the year musim lalu.

Keputusan Vinales disebut sudah didapat sejak Grand Prix Prancis lalu. Pengumuman resmi kepindahan Vinales diprediksi akan dilakukan pada Kamis (19/5/2016) pada sesi konferensi jelang Grand Prix Italia di Sirkuit Migello mendatang.

Iklan

Marquez Masih Setia Pada Honda

3

Marc Maruezq resmi memperpanjang kontraknya bersama Repsol Honda di MotoGP hingga akhir 2018. Meskipun pengumuman ini terbilang terlambat, mengingat serentetan kesepakatan antara beberapa pebalap lain sudah diumumkan, namun ini hanya masalah waktu.

Mengutip  Crash.net, Jumat (3/6/2016), Repsol Honda sendiri banyak mendapat sorotan karena keberadaan pebalap muda Spanyol ini. Seperti misalnya saat Marc menorehkan sejarah, dengan merebut dua gelar juara, di awal-awal percobaannya di MotoGP. Sebelumnya Honda sempat khawatir, kalau mereka akan kehilangan Marquez, namun hal tersebut akhirnya tidak terjadi.

“Saya sangat senang mengumumkan kontrak baru saya dengan Honda Racing Corporation (HRC), yang juga bertepatan dengan GP Catalunya, rumah saya. Di mana saya memiliki beberapa kenangan baik di sini. HRC dan saya memiliki hubungan yang sangat kuat, dan saya selalu ingin terus menjadi bagian dari tim Repsol Honda Team,” kata Marquez.

Marc melanjutkan, dalam tiga setengah tahun bersama-sama, dirinya telah menikmati beberapa momen yang luar biasa, dengan kemenangan besar dan dua gelar dunia. Kemudian juga beberapa momen menantang, yang bisa membuat tim semakin lebih kuat.

“Kami bekerja sangat keras tahun ini untuk mendapatkan kembali gelar. Ini adalah kehormatan besar untuk menjadi bagian dari keluarga Honda, dan saya senang untuk tetap dengan Honda, selama dua musim ke depan,” tutur Marc.

Shuhei Nakamoto, Vice President HRC mengatakan, pihaknya merasa senang akan penandatanganan kontrak ini. “Kami merasa terhormat bisa kembali bekerja sama dengan Marc selama dua tahun lagi. Tidak ada keraguan bahwa ia adalah masa depan MotoGP,” ujar Shuhei.

Pol Espagaro Resmi Pindah ke KTM

Tim Monster Yamaha Tech3, Kamis (2/6/2016) mengumumkan kalau Pol Espagaro sudah tidak menjadi pebalapnya lagi mulai musim depan. Sebab, rider asal Spanyol itu resmi pindah ke tim KTM.

Dikutip laman crashnet, Jumat (3/6/2016), menurut Espagaro ini merupakan kesempatan terbaik untuk bersaing di ajang balapan sepeda motor bergengsi di dunia. Bersama KTM, pebalap kelahiran 1991 ini optimistis bisa berkarya lebih baik lagi di masa mendatang.

“Hidup ini merupakan petualangan dan ini soal semangat untuk menjadi lebih baik lagi. Saya yakin bisa nyaman dan memberikan yang terbaik bagi tim saya di musim depan,” ujar pebalap 24 tahun itu.

Bersama KTM, Espagaro telah menandatangani kontrak selama dua tahun. Nanti ia akan bertandem dengan rekan satu timnya di Tech3, yaitu Bradley Smith dan keduanya akan bertugas mengembangkan motor RC16 yang sampai sekarang masih diuji oleh beberapa pebalap seperti Alex Hofmann, Mika Kallio, Randy de Puniet dan Karel Abraham.

“Saya berhasil di GP 125 dan Moto2, para pebalap yang dulu sering saya kalahkan, kini justru mengalahkan saya dengan perbedaan waktu 20 detik. Saya hanya ingin membuktikan kalau saya mampu dan salah satu jalan terbaik adalah membela tim pabrikan,” ujar Espagaro.

Menurut Espagaro, sebelum KTM, dirinya juga mendapatkan tawaran bertahan di Tech3, serta membela Ducati di Avintia Racing. Namun, menurut dia kurang menarik, karena pada intinya ia ingin mendapatkan dukungan penuh dari pabrikan.2

Lorenzo Ingin Hukuman Iannone Diperberat

1343516lorenzo1780x390Lorenzo Ingin Hukuman Iannone Diperberat
Kamis, 9 Juni 2016 | 17:43 WIB

Shares
Autosport.com Pebalap Yamaha Jorge Lorenzo
Berita Terkait

Rossi “Menggila” di GP Spanyol, Lorenzo Tabrakan
Lorenzo Sudah Jatuh Tertimpa Tangga
Hukuman Iannone karena Seruduk Lorenzo
Lorenzo Geram pada Iannone
Detik-detik Kecelakaan Iannone “Cium” Lorenzo

Jakarta, KompasOtomotif – Pebalap Yamaha, Jorge Lorenzo, ingin sistem hukuman MotoGP berubah. Dirinya khawatir, kalau hukumn yang ada saat ini tidak membuat pebalap yang bersalah jera. Pernyataan ini muncul setelah Lorenzo ditabrak dari belakang oleh Andrea Iannone di Grand Prix Catalunya.

Mengutip Autosport.com, Kamis (9/6/2016), hukuman saat ini seperti hasil judicial review, hanya pinalti poin. Namun, Lorenzo merasa kalau aturna MotoGP harus lebih tegas, terhadap pengendara yang terlalu offensive atau bahkan sembrono.

“Bagi saya, aturan saat ini yang hanya sekedar poin, bukan merupakan cara yang baik,” ujar Lorenzo.

Lorenzo mencontohkan beberapa kasus, seperti saat John Hopkins melakukan kesalahan di Motegi dan disanksi tidak bisa ikut pertandingan selanjutnya. Lalu dirinya sendiri juga pernah mengalami hal serupa, saat masih berlomba di kelas 250cc di tahun 2005.

“Selain itu, misalnya dalam sepak bola, jika Anda melakukan pelanggaran keras, maka akan mendapat kartu merah dan minimal harus absen satu pertandingan. Dalam olahraga ini, kami semua bermain dengan hidup kami, saya bisa saja sewaktu-waktu mengalami patah tulang pinggul dan tulang selangka, karena kecelakaan seperti itu,” kata Lorenzo.

Lorenzo melanjutkan, dirinya mempertanyakan apakah hanya dengan hukuman seperti itu, cukup membuat Iannone jera dan memperbaiki cara berkendaranya. “Dia membuat banyak kesalahan dan akhirnya, jika pebalap berkendara seperti itu, saat berjuang dengan pengendara lain, dan pebalap tersebut tidak mengubah caranya berkendara, cepat atau lambat, sesuatu yang buruk akan terjadi,” tutur Lorenzo.

“Saya tidak akan mengajukan banding (penalti Iannone), karena mereka pasti tidak akan mengubah keputusan itu. Namun saya akan berbicara dengan Mike Webb, dan saya akan mencoba untuk berbicara dengan komisi keselamatan tentang hal ini,” kata Lorenzo.